Pandemi Covid-19: 85,5% panggilan darurat melibatkan masalah kesehatan mental – Depkes

Pandemi Covid-19: 85,5% panggilan darurat melibatkan masalah kesehatan mental

KUALA LUMPUR : Statistik panggilan darurat yang diterima oleh lembaga pemerintah mulai Maret Dari 25 Mei 2020 hingga 20 Mei tahun ini terungkap bahwa 85,5 persen panggilan telepon terkait dengan masalah kesehatan mental yang memerlukan dukungan dan konseling emosional.

Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Adham Baba mengatakan mereka termasuk stres akut, kecemasan, depresi, pelecehan dan perilaku bunuh diri.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui bahwa tahun 2020 dan 2021 adalah tahun-tahun yang sangat menantang dan tidak dapat disangkal bahwa masyarakat terpengaruh secara psikologis dan emosional akibat pandemi Covid-19.

“Penyebab yang teridentifikasi adalah kehilangan pekerjaan, tidak ada sumber pendapatan, konflik keluarga, masalah hubungan interpersonal, stigma dan kurangnya akses ke layanan bantuan.

“Data Depkes, sementara itu, dalam periode Januari hingga Desember 2020, sebanyak 1.080 kasus percobaan bunuh diri. dilaporkan sudah mendapat perawatan di RS Depkes, “ujarnya dalam keterangan hari ini.

Statistik tersebut diterima melalui Psychosocial Support Helpline yang dibentuk bekerja sama dengan MOH-Mercy MALAYSIA , serta saluran telepon bantuan instansi pemerintah lainnya seperti Jalur KASIH di bawah Kementerian Perempuan, Keluarga dan Pengembangan Masyarakat (KPWKM) dan Saluran Peduli KSK di bawah Departemen Pembangunan Islam (JAKIM).

Ia mengatakan sejak Januari 2020, Kemenkes telah mengaktifkan tim Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (MHPSS) di tingkat negara bagian dan kabupaten untuk memberikan dukungan emosional kepada individu yang terkena dampak seperti pasien Covid-19, frontliner. dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya karena Covid-19.

“Tim MHPSS terdiri dari dokter kesehatan masyarakat, dokter keluarga, psikiater, petugas psikologis (Konseling dan Klinik), paramedis , petugas sosial medis dan petugas rehabilitasi okupasi serta terlatih ind ividual dari lembaga swadaya masyarakat.

BACA JUGA  Manfaat Olahraga Yang Mesti Kita Ketahui, Agar Kesehatan Selalu Terjaga

“Depkes telah melaksanakan kegiatan psikososial di lapangan, termasuk di pos karantina dan Pusat Karantina & Perawatan Risiko Rendah Covid-19,” ujarnya. .

Dr Adham mengatakan kegiatan yang dilakukan adalah skrining kesehatan jiwa, psikoedukasi melalui infografik yang didistribusikan secara digital, pertolongan pertama psikologis (PFA), penyuluhan, pengobatan dan sekaligus konsultasi. sebagai rujukan ke spesialis untuk kasus-kasus yang membutuhkan layanannya.

Selain itu, pengarahan pra-penyebaran juga diberikan kepada frontliner sebagai persiapan mental sebelum mereka dimobilisasi ke lapangan.

Dr Adham mengatakan Depkes akan terus melaksanakan beberapa inisiatif untuk mengatasi masalah mental yang berkembang seperti dengan mengintensifkan advokasi ‘Ayo Bicara Kampanye Pikiran Sehat’ dan memastikan implementasi kegiatan Rencana Strategis Nasional Kesehatan Jiwa untuk lima tahun ke depan.

“Diantaranya Rencana egic adalah untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan mental, pencegahan kekerasan dan penyalahgunaan zat dan alkohol melalui sistem digital dan teknologi terbaru dalam kolaborasi cerdas dengan lembaga pemerintah dan LSM lainnya.

“Depkes juga akan meningkatkan pelayanan psikiatri dan kesehatan jiwa melalui penambahan 40 Puskesmas Mental Masyarakat (MENTARI) pada tahun 2025 (saat ini 28 puskesmas),” ujarnya.

sumber : thesundaily

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *