Bantuan-Kuota-Internet-untuk-Siswa-Mahasiswa-Guru-dan-Dosen-Tahun-2021

Bantuan Kuota Internet untuk Siswa, Mahasiswa, Guru, dan Dosen Tahun 2021

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam pastikan, semua mahasiswa aktif yang lakukan evaluasi online akan memperoleh kontribusi pulsa dari pemerintahan. “Kontribusi pulsa gagasannya dikasih ke semua mahasiswa aktif yang ikuti evaluasi online,” kata Nizam saat dikontak Kompas.com, Kamis (27/8/2020). Berkaitan pola pemberian kontribusi, persyaratan dan ketetapan untuk mahasiswa yang terima kontribusi itu, Nizam menjelaskan sedang disiapkan panduan teknisnya (Juknis). “Teknisnya sedang kami persiapkan, juknisnya. Yang terang, ketentuannya mahasiswa aktif dan ingin terima kontribusi pulsa,” tutur nya.

Dikabarkan sebelumnya, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim menjelaskan, pemerintahan memberinya bantuan paket internet untuk pelajar, guru, mahasiswa dan dosen selama saat Evaluasi Jarak Jauh (PJJ) sejumlah Rp 9 triliun. Ini dikatakan Nadiem di pertemuan kerja dengan Komisi X di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

“Alhamdulillah kami mendapat suport dari menteri-menteri untuk bujet pulsa untuk peserta didik kita di periode PJJ ini, jadi dengan suka hati saya umumkan ini hari. Kami mendapatkan kesepakatan bujet Rp 9 triliun untuk tahun ini,” kata Nadiem. Nadiem menjelaskan, bantuan paket internet ini akan dikeluarkan sepanjang tiga sampai 4 bulan di depan dan akan selekasnya dicairkan. “Ini yang bakal kami kerahkan untuk pulsa atau paket data untuk pelajar, guru, mahasiswa, dosen sepanjang tiga 4 bulan di depan. Ini kami akselerasi secepat-cepatnya agar dapat cair,” katanya.

Nadiem menjelaskan, sejauh ini faksinya berusaha untuk memperoleh bujet tambahan untuk menjawab kekhawatiran warga selama saat Evaluasi Jarak Jauh (PJJ). “Saya tidak stop di sini. Alhamdulillah janji saya pulsa terwujud. Team kemendikbud saya animo, khususnya Ibu Menkeu. Eselon 1 Kemenkeu yang sudah berusaha keras amankan bujet ini dari dana cadangan kita,” katanya. Selanjutnya, Nadiem menjelaskan, Kemendikbud memberinya sokongan karier untuk guru, tenaga kependidikan, dosen dan guru besar sejumlah Rp 1,7 triliun. “Kami juga amankan tambahan yang menerima sokongan karier dosen sejumlah 1,7 T,” tandas ia.

BACA JUGA  Bursa Efek Indonesia Peringatkan Mungkin Delist Maskapai Garuda Indonesia, Mengapa?

Pemerintahan memilih untuk meneruskan kontribusi bantuan paket internet untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Tehnologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menjelaskan, peraturan ini akan mulainya berlaku pada bulan September, Oktober, dan November 2021.

“Kami akan salurkan Rp 2,3 triliun untuk kelanjutan kontribusi paket data internet untuk 26,delapan juta pelajar mahasiswa, guru dan dosen,” sebut Nadiem dalam pertemuan jurnalis virtual, Rabu (4/8/2021). Nadiem menjelaskan, masing-masing tingkatan pendidikan akan memperoleh jumlah paket yang berbeda.

Pelajar yang ada di tingkatan PAUD akan memperoleh paket sejumlah 7 giga byte /bulan, sedang pelajar di tingkatan pendidikan dasar dan menengah memperoleh 10 giga byte /bulan. Beberapa guru di tingkatan PAUD sampai tingkatan pendidikan dasar dan menengah akan mendapatkan paket sejumlah 12 giga byte /bulan.

Seterusnya, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan paket sejumlah 15 giga byte /bulan. Nadiem menjelaskan, paket itu cuman berlaku untuk 30 hari semenjak diteruskan. Pendistribusian paket akan dilaksanakan tiap tanggal 11 sampai 15 pada bulan September, Oktober, dan November

Kontribusi paket akan diserahkan ke nomor handphone yang menerima. Oleh karenanya, Nadiem menghimbau kepala unit pendidikan selekasnya memodernisasikan data pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen. Pemutakhiran data bisa dilaksanakan kepala sekolah lewat mekanisme data dasar pendidikan. Saat itu, pimpinan perguruan tinggi bisa mengupdate data itu lewat pangkalan data pendidikan tinggi.

Pimpinan unit pendidikan disuruh mengupload surat pengakuan tanggung-jawab mutlak (SPTJM) di www.verpalponsel.data.kemdikbud.go.id untuk tingkatan PAUD dan pendidikan dasar dan menengah dan www.dikti.go.id untuk tingkatan pendidikan tinggi paling lamban tanggal 31 Agustus 2021.

“Ini harus dilaksanakan selekasnya, karena tentu saja kita masuk ke tahun tuntunan baru, bisa banyak siswa baru yang perlu diisi,” sebut Nadiem.

BACA JUGA  Pertamina Indonesia mengatakan akan memastikan pasokan bahan bakar saat pekerja merencanakan mogok

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *