AirAsia membatalkan kesepakatan akuisisi $10 Juta untuk unit fintech Gojek Thailand

AirAsia Digital telah menghentikan rencana akuisisi senilai US$10 juta untuk Velox Fintech, sebuah unit dari Gojek Thailand. Perusahaan yang berbasis di Malaysia, bagaimanapun, menyelesaikan kesepakatan akuisisi untuk bisnis lain Gojek Thailand, Velox Technology, sebesar US $ 40 juta, menurut pengajuan AirAsia untuk kuartal ketiga tahun 2021.

Rincian mengapa kesepakatan untuk akuisisi Velox Fintech tidak tercapai tidak diungkapkan dalam pengajuannya.

Akuisisi 100% Velox Technology selesai pada 27 Juli. AirAsia mengatakan bahwa akuisisi tersebut menghasilkan goodwill sebesar 129,3 juta ringgit (US$30,8 juta), tetapi tunduk pada pelaksanaan alokasi harga pembelian yang akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan.

Pada bulan Juli, AirAsia mengumumkan rencana akuisisi operasi Gojek di Thailand dengan total nilai US$50 juta. Kesepakatan itu dilaporkan melibatkan pertukaran saham antara kedua perusahaan. Sebagai imbalan atas cabangnya di Thailand, Gojek akan mendapatkan saham di bisnis super-app AirAsia.

Valuasi AirAsia Superapp saat ini mencapai US$1 miliar.

Akuisisi ini diharapkan dapat mendorong ambisi aplikasi super AirAsia. Perusahaan sudah menawarkan layanan seperti transportasi, logistik, makanan dan minuman, media, dan ritel.

Untuk Gojek, akuisisi akan memungkinkannya untuk memfokuskan sumber dayanya pada unit Vietnam dan Singapura.

Kemarin, AirAsia Food mengumumkan akan memasuki pasar Indonesia pada awal 2022. Bisnis pesan-antar makanan ini diluncurkan di Thailand setelah AirAsia mengakuisisi Velox Technology.

Mata uang yang dikonversi dari ringgit Malaysia ke dolar AS: US$1 = 4,19 Ringgit Malaysia

Sumber: techinasia.com

BACA JUGA  Sekarang jauh lebih mudah untuk mendapatkan tangkapan layar PS5 di ponsel Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *