Indonesia Akan Lakukan Vaksin Booster Gratis, Ini Dia Daftarnya

Sejak Januari 2021, Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19. Menurut Our World in Data pada 4 Januari 2022, Indonesia termasuk dalam lima negara dunia dengan cakupan vaksinasi COVID-19 terbanyak, yaitu 283.554.361 dosis!

Sementara itu, Vaksinasi COVID-19 secara nasional hingga Selasa (18/01/2022) telah mencapai 300,505 juta dosis vaksin. Rinciannya, vaksinasi dosis 1 telah diberikan sebanyak 171,45 juta dosis, 117,65 juta untuk dosis 2 dan sebanyak 2,54 juta dosis lainnya untuk vaksinasi gotong royong.

Namun, dengan munculnya varian-varian SARS-CoV-2, efektivitas vaksin pun berkurang. Oleh karena itu, Kemenkes RI mengumumkan bahwa program vaksinasi dosis lanjutan (booster) sudah dimulai dan berjalan dari Rabu (12/1/2022).

Merunut rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), pemberian booster dapat mengandalkan vaksin sejenis (homolog) atau vaksin berbeda (heterolog). Keleluasaan kembali pada masing-masing negara yang menerapkan program booster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Budi melanjutkan bahwa pemberian vaksinasi booster mengikuti ketersediaan vaksin dan hasil penelitian yang dilakukan di dalam dan luar negeri. Dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), kombinasi vaksin booster yang diizinkan adalah:

Berikut Jenis Vaksin Booster Yang Beredar di Indonesia:

  • CoronaVac (Sinovac Biotech): Homolog untuk vaksin primer Sinovac.

    Satu dosis minimal 6 bulan setelah dua dosis pertama. Tercatat peningkatan titer neutralizing antibody 21-35 kali lipat, 28 hari setelah pemberian dosis booster pada subjek dewasa.

  • Vaxzevria dan Kconecavac (AstraZeneca-Oxford): Homolog untuk vaksin primer AstraZeneca-Oxford.

    Satu dosis minimal 6 bulan setelah dua dosis pertama. Tercatat peningkatan titer antibodi immunoglobulin G (IgG) dari 1.792 menjadi 3.746 setelah booster.

  • Comirnaty (Pfizer-BioNTech): Homolog untuk vaksin primer Pfizer-BioNTech.

    Satu dosis minimal 6 bulan setelah dua dosis pertama. Tercatat peningkatan titer neutralizing antibody 3,29 kali lipat, 1 bulan setelah pemberian dosis booster pada subjek dewasa.

  • Spikevax (Moderna): Homolog untuk vaksin primer Moderna dan heterolog untuk vaksin primer AstraZeneca-Oxford, Pfizer-BioNTech, dan Johnson&Johnson.

    Setengah dosis minimal 6 bulan setelah dua dosis pertama. Tercatat peningkatan titer neutralizing antibody 12,99 kali lipat.

  • Zivivax (Anhui Zhifei Longcom): Heterolog untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm.

    Dosis penuh minimal 6 bulan setelah vaksin primer Sinovac dan Sinopharm. Peningkatan titer antibodi netralisasi lebih dari 30 kali lipat pada subjek yang telah mendapatkan dosis primer Sinovac atau Sinopharm.

Memperbarui jumlah kombinasinya, Budi menjabarkan kembali dua kombinasi utama vaksin booster COVID-19, yaitu:

  • Penerima vaksin primer Sinovac: Akan diberikan vaksin booster berupa setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca.
  • Penerima vaksin primer AstraZeneca: Akan diberikan vaksin booster berupa setengah dosis Moderna.

Itulah beberapa kombinasi booster awal vaksin booster yang diberikan berdasarkan ketersediaan vaksin dan hasil penelitian yang disetujui BPOM dan ITAGI. Bila terdapat hasil penelitian baru dan ketersediaan vaksin bertambah, maka kombinasi booster juga ikut berkembang.

Budi mengatakan bahwa beberapa penelitian dalam dan luar negeri menemukan bahwa vaksin booster heterolog menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama atau bahkan lebih baik daripada homolog. Selain itu, hasil yang menjanjikan juga terlihat pada vaksin booster setengah dosis.

“Hasil penelitian dalam dan luar negeri yang termasuk dilakukan oleh tim peneliti Indonesia menunjukkan bahwa vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari vaksin booster dosis penuh dan memberikan dampak KIPI yang lebih ringan,” Budi memaparkan.

Demikian, untuk pembaca WartaPegawai yang belum melakukan vaksinasi, segera lakukan vaksinasi ya. Agar dapat melindungi kita dan keluarga dari Virus COVID-19. Jaga diri & Jaga Indonesia.

BACA JUGA  Indonesia Memulai Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *