Vaksin Booster di Indonesia: Buatan Dari Mana Sih?

Sejak beberapa bulan terakhir ini pemerintah gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster yang telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan siap diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia.

Vaksin booster adalah dosis vaksin tambahan yang mampu memberikan perlindungan ekstra terhadap penyakit, sebab efek dari beberapa vaksin yang dapat menurun seiring waktu. Sementara varian baru Covid-19 terus muncul, maka masyarakat diimbau untuk melakukan vaksinasi tambahan.

Lalu, ada berapa merek vaksin booster yang tersedia di Indonesia? Buatan mana dan bagaimana tingkat efikasinya? Kapan kita boleh disuntikkan vaksin booster? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak artikel ini.

Jenis/Merek Vaksin Booster di Indonesia

Terdapat lima merek vaksin booster yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM. Vaksin tersebut adalah CoronaVac (Sinovac), Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zfivax.

Produk vaksin CoronaVac, Pfizer dan AstraZeneca menjadi jenis vaksin booster homologous, di mana booster atau dosis vaksin lanjutan diberikan dengan jenis vaksin yang sama dengan dosis primer pertama dan kedua. Sementara, Moderna dan Zifivax menjadi jenis vaksin booster heterologous, jenis vaksin yang digunakan berbeda dengan dosis primer.

Berikut deskripsi lengkapnya mengenai kelima merek vaksin booster di Indonesia:

1. CoronaVac (Sinovac)

CoronaVac adalah vaksin Covid-19 yang diproduksi PT Bio Farma (Persero) dari bahan baku yang dikembangkan oleh biofarmasi Tiongkok, Sinovac.

Studi efikasi vaksin booster telah dilakukan produsen Sinovac di China. Studi menunjukkan hasil yang baik, yakni memberikan perlindungan yang efektif.

BACA JUGA  Manfaat Jahe untuk Menurunkan Berat Badan

Vaksin booster CoronaVac direkomendasikan diberikan kepada kelompok usia 18 tahun ke atas yang sudah mendapatkan dosis lengkap jenis vaksin serupa minimal 6 bulan sebelumnya.

2. Pfizer

Pfizer adalah vaksin Covid-19 berbasis mRNA (messenger RNA) yang diproduksi perusahaan bioteknologi Jerman, BioNtech.

Dalam uji-uji klinis, efikasi pada peserta dengan atau tanpa bukti infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya dan yang menerima dosis lengkap vaksin ini (dua dosis) diperkirakan 95 persen dengan median masa pengamatan dua bulan.

Vaksin booster Pfizer akan diberikan kepada usia 18 tahun ke atas dengan aturan 1 dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksin primer (dosis lengkap).

Meskipun tergolong homologous, vaksin booster Pfizer boleh diberikan kepada yang menerima dosis primer Sinovac dengan aturan setengah dosis Pfizer.

3. AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca adalah vaksin untuk Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan AstraZeneca berkolaborasi degan Oxford University.

Efikasi dalam uji-uji klinis pada peserta yang menerima vaksin ini dengan lengkap (dua dosis) di inggris, Brasil, dan Afrika Selatan tanpa memandang interval dosis adalah 61 persen, dengan median masa pengamatan 80 hari, tetapi cenderung lebih tinggi jika interval ini lebih panjang.

Data tambahan dari analisisanalisis interim atas uji klinis di Amerika Serikat menunjukkan efikasi vaksin 76 persen terhadap infeksi SARS-CoV-2 simtomatik.

Sama seperti vaksin lainnya, pemberian vaksin booster AstraZeneca sebanyak satu dosis setelah 6 bulan mendapatkan vaksin dosis pertama dan dosis kedua.

Meskipun tergolong homologous, vaksin booster AstraZeneca boleh diberikan kepada yang menerima dosis primer Sinovac dengan aturan setengah dosis AstraZeneca dalam satu suntikan.

4. Moderna

Moderna adalah jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan platform mRNA (messenger RNA) dan diproduksi oleh Moderna TX., Inc USA.

BACA JUGA  Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Terinfeksi Omicron

Adapun efikasi menurut uji-uji klinis pada peserta yang menerima dosis lengkap vaksin ini (dua dosis) dan memiliki status awal SARS-CoV-2 negatif adalah sekitar 94 persen dengan median masa pengamatan sembilan minggu.

Vaksin booster Moderna diberikan kepada usia di atas 18 tahun sesuai rekomendasi setelah sebelumnya mendapatkan suntikan dosis lengkap minimal 6 bulan.

Adapun vaksin Moderna bersifat heterologus diperuntukkan bagi AstraZeneca, Pfizer, Johnson and Johnson dengan pemberian setengah dosis.

5. Zifivax

Zifivax adalah jenis vaksin Covid-19 subunit protein yang dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom dalam kolaborasi dengan Institut Mikrobiologi di Akademi Sains Tiongkok.

Angka efikasi vaksin Zifivax telah melampaui rekomendasi dari WHO, yaitu di atas 50 persen. Efikasi untuk orang usia 18-59 tahun sebesar 81,51 persen, sedangkan di atas 60 tahun efikasinya 87,58 persen.

Selain itu, vaksin ini juga ampuh terhadap varian Covid-19 yang lebih berat, salah satunya varian Delta. Efikasi dari vaksin Zifivax terhadap varian Delta adalah 77,47 persen.

Vaksin booster Zifivax diberikan kepada usia di atas 18 tahun sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah sebelumnya mendapatkan suntikan dosis lengkap minimal 6 bulan.

Adapun vaksn Zifivax bersifat heterologus diperuntukkan bagi individu yang mendapatkan vaksin primer Sinovac dan Sinopharm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *