LANGKAH JITU MELUNASI TAGIHAN KARTU KREDIT

Tiga Langkah Jitu Melunasi Kartu Kredit

Zaman sekarang, kartu kredit telah jadi perlengkapan pembayaran yang lumrah digunakan di Indonesia. Meskipun demikian, banyak diantara pengguna kartu kredit yang terjebak dalam konsumsi pemakaian kartu kredit yang berlebihan. Sesungguhnya, tidak terdapat permasalahan dengan kartu kredit itu sendiri. Yang jadi permasalahan disini merupakan jika konsumsi kartu kredit itu tidak cocok dengan apa yang telah dianjurkan, apalagi oleh penerbit kartu kredit itu sendiri.

Saat ini, apakah warga wartapegawai merupakan satu dari sekian orang yang memiliki permasalahan dengan konsumsi kartu kredit? Buat mengetahuinya, amati apakah salah satu keadaan dibawah ini mirip dengan kondisi warga wartapegawai saat ini:

  • Saldo hutang kartu kredit Kamu telah mendekati batasan.
  • Anda senantiasa membayar tagihan kartu kredit Kamu dari duit yang sepatutnya digunakan buat tujuan lain.
  • Kamu suka terlambat membayar tagihan.
  • Anda ditelepon oleh bank penerbit buat lekas membayar tagihan, ataupun Kamu dikunjungi oleh seseorang  yang bertugas selaku debt collector.
  • Anda menunda kunjungan ke dokter,menunda pembelian pulsa isi ulang, menunda ini serta itu, seluruh cuma sebab anggaran keuangan Kamu sangat terbatas.
  • Bila Anda di- PHK atau kehilangan pemasukan, maka Anda tidak akan dapat melunasi tagihan kartu kredit Kamu.

Bila salah satu dari keadaan diatas mirip dengan apa yang Kamu rasakan saat ini, maka dapat dikatakan keuangan Kamu sedang menghadapi permasalahan. Oleh sebab itu, wartapegawai hendak membagikan 3 langkah supaya Kamu dapat keluar dari hutang- tagihan kartu kredit itu.

LANGKAH 1: BAYAR, BAYAR, BAYAR

Sesuatu hari di bulan Maret yang lalu, seseorang bunda muda bernama Sonia, 28 tahun, tiba ke tempat wargapegawai dengan bawa persoalannya. Sebagian besar yang mau dia bicarakan merupakan permasalahan pengelolaan anggarannya, ialah gimana mengendalikan pendapatan serta pengeluarannya( bunda muda ini memiliki pemasukan tidak hingga Rp 2 juta). Sehabis itu, pembicaraan kami pula menyinggung menimpa permasalahan kartu kreditnya. Dia memiliki 3 kartu kredit, yang tiap- tiap mempunyai saldo hutangnya sendiri- sendiri. Tiap bulan, dia biasa membayar minimum buat tiap- tiap tagihannya. Pada dikala ini saldo hutangnya sebesar nyaris Rp 1, 5 juta.

” Apakah sekarang Kamu memiliki duit buat membayar seluruh itu?”

” Maksudnya, bayar lunas, begitu?” tanyanya.

” Betul, bayar lunas.”

Sonia ragu sebentar.” Yah, ada.”, katanya.

” Tetapi?” tanya wartapegawai.

” Tetapi itu.”

” Tetapi apa?” tanya wartapegawai.” Tetapi tidak seberapa.”

” Oh, ya?” kata wartapegawai sembari memandang lagi ke jumlah tagihannya.” Berapa duit tunai yang Bunda miliki saat ini?”

” Dekat Rp 1 juta. Itu buat persediaan dana cadangan.”

Saya berpikir,kalau dia membayar tagihan kartu kreditnya dengan uang yang terdapat saat ini, maka bunda sonia tidak lagi memiliki sisa

BACA JUGA  Baru Terjun Ke Pasar Crypto? Berikut Istilah Yang Mesti Kamu Ketahui

buat persediaan dana cadangannya. Dana cadangan sebesar Rp 1 juta saja tidak lumayan besar, terlebih jika duit itu masih dipakai buat membayar tagihan kartu kredit.

” Begini saja” kataku. Aku kemudian mengambil suatu kertas, serta membuat 4 kolom. Pada kolom awal, aku memintanya menulis nama dari tiap- tiap bank penerbit kartu kreditnya. Pada kolom kedua, aku memohon dia buat menulis jumlah yang masih jadi hutangnya pada tiap kartu. Pada kolom ketiga, aku memohon dia menulis berapa suku bunga yang dibebankan oleh tiap- tiap bank penerbit. Di kolom keempat, aku memintanya menulis berapa pembayaran minimal yang harus ia bayar pada tiap tagihan.

Dibawah ini merupakan hasilnya:

Bank Penerbit— Saldo Hutang— Suku Bunga— Jumlah Pembayaran Minimal

Bank A————— 529. 100————— 2, 75%————— 52. 910

Bank B————— 717. 513————— 2, 50%————— 71. 752

Bank C————— 203. 000————— 3, 10%————— 50. 000

Jumlah———— 1. 449. 613————————————– 174. 662

 

Pertama- tama,

Anda bilang bahwa Anda tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan ini secara lunas. Betul?”

” Betul.”

” Jika begitu, kita cicil saja,” kataku.” Berapa pemasukan Kamu tiap bulan?”

” Rp 1, 8 juta per bulan.”

” Oke. Apa yang wajib Kamu jalani saat ini adalah dengan menyisihkan jumlah duit tertentu tiap bulan, buat digunakan membayar Tagihan Kartu Kredit Kamu. Pastinya, jumlah itu harus lebih besar daripada jumlah yang harus Anda bayar untuk pembayaran minimum Kartu Kredit Bunda.”

” Minimum aku Rp 175 ribu.”

” Jika begitu, Kamu wajib menyisihkan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum Kamu. Ini biar hutang Kamu dapat segera habis, sehingga Kamu tidak hendak terus menerus terserang bunga. Bukan begitu?”

Bunda Sonia mengangguk. Disini dia sepakat dengan saya.

” Berapa yang wajib aku sisihkan tiap bulan?” tanyanya.

” Terserah Kamu,” kata saya.” 2 ratus, 3 ratus, kian besar kian baik. Tetapi anjuran saya, coba saja Kamu sisihkan sebesar 30 persen dari pemasukan Kamu.”

Sonia berpikir sebentar.” Pemasukan aku dekat Rp 1, 8 juta sebulan.”

wartapegawai menghitung di kalkulator.” Tigapuluh persennya berarti Rp 540 ribu per bulan”” Hah!!???” Bunda Sonia melongo.

” Besar sekali. Masak sebesar itu yang wajib aku sisihkan buat membayar hutang?”

” Kamu ingin kilat habis tidak hutangnya? Jika hutang itu tidak kilat habis, Kamu hendak terus kena bunga. Kuncinya disini merupakan kalau hutang Kamu wajib terbuat kian kecil serta kian kecil.”

Sonia berpikir sebentar.” Okelah”

” Terus gimana pembagiannya?” kata Sonia lagi.” Apa aku wajib untuk duit Rp 540 ribu buat membayar seluruh kartu secara sama besar?”

” Tidak, Bunda Sonia. Begini.” kata saya.” Pertama- tama, bayar seluruh kartu Kamu secara minimun.”

BACA JUGA  Cara Berbagi Tagihan Bersama (Split Bill) Bareng Teman

Sonia memandang lagi ke kertasnya.” Itu berarti, total merupakan Rp 174. 662.”” Betul. Saat ini berapa sisanya? Rp 540. 000 dikurang 174. 662?” Sonia menghitung di kalkulatornya.” Rp 365. 338″

” Oke pakai sisa duit Rp 365. 338 itu buat digunakan membayar kartu yang suku bunganya sangat besar.”

” Lho bukan yang saldo hutangnya sangat besar?”” Bukan, Bunda  Sonia. Yang suku bunganya sangat besar.”

Sonia menoleh ke kertasnya. Kartu yang suku bunganya sangat besar merupakan yang di Bank C. Bunganya 3, 10 persen per bulan.

” Mayoritas orang mengira kalau prioritas awal wajib diperuntukan ke kartu yang saldo hutangnya sangat besar. Sesungguhnya tidak, prioritas awal wajib diperuntukan ke kartu yang men- charge suku bunga yang sangat besar. Ini sebab suku bunga merupakan bayaran yang wajib Kamu bayar. Jadi, normal jika Kamu membayar kartu yang suku bunganya sangat besar terlebih dulu.” Kata wartapegawai.

Bunda Sonia berpikir sebentar.

” Tetapi kartu aku yang C ini saldo hutangnya merupakan Rp 203. 000. Sementara itu jatah sisa uangnya tadi Rp 365 ribu”

” Masih terdapat sisa berarti,” kata saya.

” Dikemanain, nih, sisanya?” tanya Bunda Sonia.

” Buat membayar kartu yang membebankan suku bunga besar selanjutnya,” kata wartapegawai.

Demikian pembaca. Bunda Sonia akhirnya bisa menghabiskan hutang kartu kreditnya dalam waktu 4 bulan. Selaku alternatif, apabila Sonia mau membayar kartu kreditnya secara penuh, dia pula dapat mencari peninggalan lain yang dia miliki buat dapat dijual, serta uangnya dapat digunakan buat membayar hutang- hutangnya.

Jadi pembaca, bayar tagihan kartu Kamu secara lunas. Jika Kamu tidak memiliki duit, cari peninggalan apa yang dapat Kamu jual buat membayar tagihan itu. Ini dikarenakan tagihan tersebut akan berbunga, serta bunga itu hendak berbunga lagi. Begitu seterusnya. Seluruh peninggalan yang Anda miliki wajib digunakan buat meringankan- bahkan menghapus- hutang Kamu. Apabila Kamu tidak dapat membayar tagihan Kamu secara lunas, hingga anggarkan dekat 30 persen dari pemasukan Kamu tiap bulan, serta pakai itu buat membayar tagihan kartu kredit Kamu secara minimun, serta pakai sisanya buat membayar kartu yang suku bunganya sangat besar.

LANGKAH 2: GALI LUBANG TUTUP LUBANG

Bayar tagihan Kamu dengan mengambil hutang baru. Ini terkenal dengan istilah” gali lubang tutup lubang.”” Wah, wartapegawai tidak bener nih,” begitu bisa jadi pikir Kamu.” Masak aku wajib nutup utang dengan berhutang lagi pada yang lain,” begitu pikir Kamu lagi.

Aku ingatkan disini kalau tujuan strategi” gali lubang tutup lubang” merupakan salah satu jalan buat meringankan beban hutang Kamu. Strategi ini tidak hendak membuat saldo hutang Kamu menurun, tetapi meringankan beban bunga yang wajib Kamu bayar. Jadi, strategi ini dapat digunakan tidak cuma dalam membayar hutang kartu kredit, namun pula dalam hutang- hutang Kamu yang lain. Strategi” gali lubang tutup lubang” hendak efisien asalkan terdapat 2 ketentuan yang terpenuhi:

  1. Jumlah pinjaman Kamu yang baru TIDAK LEBIH dari saldo pinjaman Kamu yang lama.
  2. Suku bunga dari pinjaman Kamu yang baru Wajib LEBIH KECIL daripada suku bunga pinjaman yang sekarang ini lagi Kamu bayar.
BACA JUGA  CEO Airbnb Mengatakan Masa Depan Pekerjaan yang Fleksibel dan Perjalanan Akan Memberikan Dorongan Bagi Perusahaan

Amati, gali lubang tutup lubang tidak senantiasa kurang baik, kan? Dengan penuhi kedua ketentuan tersebut diatas, hingga Kamu dapat meringankan beban hutang Kamu. Begitu pula dalam konsumsi kartu kredit.

Gimana prakteknya dalam pembayaran kartu kredit Kamu? Jika Kamu memiliki saldo hutang kartu kredit, hingga pada dikala ini terdapat sebagian bank yang menawarkan jasa pemindahan saldo hutang dengan suku bunga yang lebih kecil. Dimana disini Kamu dapat memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda kepada bank tersebut, dan untuk berikutnya Kamu lumayan membayar tagihan itu dengan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan suku bunga pada kartu kredit Kamu. Jadi, keuntungannya disini Kamu  memperoleh pemotongan suku bunga. Cukup, kan?

Tetapi wajib diingat kalau strategi ini merupakan hanya pemecahan solusi sementara, dimana tujuan Kamu merupakan buat meringankan beban hutang kartu Kamu. Supaya bagaimanapun, Kamu senantiasa butuh membayar tagihan hutang Kamu. Serta butuh dicermati pula, biar jangan langsung yakin dengan suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank- bank tersebut. Perhatikan serta baca baik- baik penawaran yang diberikan oleh bank tersebut, saat sebelum Anda mengambil keputusan untuk memindahkan saldo hutang kartu kredit Kamu.

LANGKAH 3: BAYAR TIAP TAGIHAN DENGAN LUNAS, SERTA ATUR PENGELUARAN KARTU KREDIT ANDA

Disiplinkan diri Kamu. Pada dikala tagihan tiba, serta Kamu sedang mempunyai uangnya, bayar saja tagihan Kamu secara lunas. Jangan biasakan tidak membayar tagihan Kamu secara lunas. Apabila Kamu tidak membayar tagihan kartu Kamu secara lunas, akibatnya bunganya dapat menewaskan Kamu pelan- pelan.

Ingat, kartu kredit hanya suatu metode buat meminjam duit bank sepanjang dekat 25- 30 hari. Sehabis itu Kamu senantiasa wajib membayar secara tunai. Apabila Kamu dapat membayar tagihannya secara lunas, bagus. Tetapi apabila tidak, akan lebih bijak apabila Kamu menghentikan dahulu pengeluaran dengan menggunakan kartu kredit Kamu.

Bonus lagi, jika memanglah tidak kepepet sekali, jangan gunting kartu Kamu. Ingat, terdapat sesuatu waktu dikala dalam kehidupan Kamu dimana Kamu terletak dalam kondisi darurat, serta tidak memiliki duit tunai buat membayar sesuatu transaksi. Bisa jadi malam- malam Kamu butuh berangkat ke ruang Gawat Darurat di Rumah sakit. Disini kartu kredit Kamu dapat bermanfaat jika Kamu tidak bawa lumayan duit tunai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *